Dorong Ekonomi Lokal, Ketua DPRD Kukar Minta Pemkab Perkuat UMKM dan Hilirisasi Produk Pertanian

oleh -
Penulis: Ernita Sriana
Editor: Ardiansyah
Wakil Ketua I DPRD Kukar, Abdul Rasid. Foto: BorneoFlash/Ernita Sriana
Wakil Ketua I DPRD Kukar, Abdul Rasid. Foto: BorneoFlash/Ernita Sriana
banner 300×250

BorneoFlash.com, KUKAR – Wakil Ketua I DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Abdul Rasid, menegaskan pentingnya pemerintah daerah memberi perhatian lebih besar pada penguatan ekonomi lokal di tengah dinamika pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). 

 

Menurutnya, peluang ekonomi yang muncul saat ini harus dimanfaatkan masyarakat Kukar, terutama pelaku UMKM dan sektor pertanian.

 

Rasid menyebutkan, arus masuk tenaga kerja dan kebutuhan logistik untuk proyek IKN sebenarnya membuka pasar yang sangat besar bagi UMKM di Kukar. Namun, sebagian pelaku usaha belum memiliki kapasitas produksi maupun standar yang sesuai permintaan pasar. 

 

“Potensi ekonomi kita besar, tetapi perlu didorong supaya UMKM Kukar bisa ikut menikmati pasar yang tumbuh akibat pembangunan IKN. Jangan sampai masyarakat hanya jadi penonton,” ujar Rasid di Tenggarong, pada Selasa (18/11/2025).

 

Selain UMKM, Rasid menyoroti sektor pertanian yang selama ini menjadi penopang ekonomi masyarakat. Ia menilai hilirisasi produk pertanian seperti pengolahan beras, jagung, hortikultura, hingga olahan ikan harus mulai diperkuat untuk meningkatkan nilai tambah. 

 

“Bahan baku kita banyak, tapi tanpa pengolahan nilainya tetap rendah. Hilirisasi harus mulai didorong supaya petani dan nelayan kita dapat keuntungan lebih. Ini harus menjadi prioritas program Pemkab,” tegasnya.

 

Menurut Rasid, pemerintah daerah perlu menyediakan fasilitas pendukung seperti pelatihan, alat produksi, akses permodalan, hingga pendampingan pemasaran digital. Ia menambahkan, DPRD siap membahas penambahan anggaran jika program itu berpotensi langsung meningkatkan pendapatan masyarakat. 

 

“Selama programnya jelas dan berdampak, DPRD akan mendukung. Fokus kita sama: bagaimana ekonomi masyarakat benar-benar bergerak, bukan hanya proyek besar yang terlihat,” tambahnya.

 

Rasid berharap sinergi antara Pemkab, DPRD, dan pelaku usaha dapat memperkuat struktur ekonomi lokal sehingga Kukar tidak hanya bergantung pada sektor tambang, tetapi memiliki pondasi ekonomi kerakyatan yang kuat menghadapi perubahan kawasan akibat kehadiran IKN.

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

No More Posts Available.

No more pages to load.