BPBD Balikpapan Ingatkan Warga: Penanganan Bencana Butuh Tanggung Jawab Bersama

oleh -
Editor: Ardiansyah
Kepala BPBD Kota Balikpapan, Usman Ali. Foto: BorneoFlash/Ardian
Kepala BPBD Kota Balikpapan, Usman Ali. Foto: BorneoFlash/Ardian

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan menegaskan bahwa penanganan bencana di wilayah kota tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. 

 

Kepala BPBD Kota Balikpapan, Usman Ali, mengingatkan pentingnya tanggung jawab masyarakat dan pengembang perumahan dalam mencegah serta menanggulangi dampak bencana.

 

Menurutnya, BPBD akan menilai setiap kejadian bencana berdasarkan tingkat keparahan dan penyebabnya. Jika bencana disebabkan oleh faktor alam, pemerintah kota akan turun memberikan bantuan. Namun, bila diakibatkan oleh kelalaian manusia, maka pihak terkait wajib bertanggung jawab.

 

“Kalau penyebabnya karena kelalaian manusia, maka yang bersangkutan harus bertanggung jawab sendiri. Tapi kalau karena faktor alam, tentu pemerintah akan membantu,” jelas Usman Ali, pada Selasa, (11/11/2025).

 

Ia mencontohkan, dalam kasus pembangunan perumahan yang membuka lahan tanpa perencanaan matang, BPBD akan berkoordinasi dengan pihak pengembang, lurah, dan kecamatan untuk meminta pertanggungjawaban.

 

“Biasanya kalau pengembang membuka lahan baru, kami minta koordinasi dengan lurah dan camat. Pengembang harus bertanggung jawab bila aktivitasnya memicu bencana,” ujarnya.

 

Usman menilai, banyak kejadian di lapangan yang sebenarnya disebabkan oleh lemahnya perencanaan teknis masyarakat saat membangun rumah, terutama di kawasan rawan longsor atau dekat aliran air. “Masyarakat sebenarnya mampu membangun, hanya saja perkuatan bangunan dan perencanaannya kurang baik,” tuturnya.

 

Meski demikian, BPBD tetap berkomitmen memberikan bantuan sesuai tingkat kebutuhan. Ia menegaskan, pemerintah kota tidak akan lepas tangan, namun juga meminta warga untuk proaktif melakukan perbaikan mandiri ketika bencana masih tergolong ringan.

 

“Kami tetap membantu, tapi warga juga harus memperbaiki sendiri bila kerusakan belum tergolong berat. Ini bentuk tanggung jawab bersama,” imbuhnya.

Baca Juga :  PHKT Sumbang Bibit di Kelurahan Telagasari, Dukung Jadi Kampung Buah

 

Usman berharap, masyarakat semakin sadar pentingnya mitigasi bencana melalui pembangunan yang sesuai aturan dan memperhatikan aspek keselamatan lingkungan.

 

“Kita semua punya peran. Pemerintah hadir membantu, tapi masyarakat juga harus ikut menjaga,” pungkasnya. (Adv)

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

No More Posts Available.

No more pages to load.