Ia menegaskan, pelatihan tersebut juga berfungsi memastikan bahwa setiap tindakan pengamanan dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) serta tetap menghormati hak asasi manusia.
“Melalui kegiatan ini kami ingin memastikan setiap personel bertindak sesuai SOP dan aturan yang berlaku. Prinsip penghormatan terhadap hak asasi manusia tetap menjadi pedoman utama, sehingga penyampaian pendapat oleh masyarakat dapat berlangsung secara tertib dan aman. Selain itu, latihan ini menjadi sarana memperkuat sinergi antara seluruh pemangku kepentingan,” tambahnya.
Sementara itu, Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, menjelaskan pelaksanaan SISPAMKOTA merupakan langkah antisipatif untuk memastikan kesiapan seluruh jajaran dalam menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan di wilayah hukumnya.
“Kegiatan ini kami lakukan untuk memastikan kesiapsiagaan seluruh personel dalam menghadapi berbagai bentuk aksi masyarakat, baik skala kecil maupun besar, agar situasi di Samarinda tetap kondusif,” ujar Hendri Umar.
Ia menambahkan, latihan terpadu ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara aparat keamanan dan instansi pemerintah daerah.
“Latihan ini mencerminkan bentuk sinergi nyata antara Polri, TNI, Satpol PP, serta instansi lainnya dalam menjaga stabilitas dan ketertiban masyarakat,” tuturnya.
Dengan terlaksananya simulasi SISPAMKOTA ini, jajaran keamanan di Kota Samarinda diharapkan semakin siap menghadapi berbagai potensi ancaman, serta mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.







