BorneoFlash.com, KESEHATAN – Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Bekasi, dr. Irsad Sadri, Sp.M, menegaskan bahwa katarak kini tidak hanya menyerang usia lanjut, tetapi juga semakin banyak dialami generasi muda.
Ia menyebutkan tren katarak di usia produktif dipicu oleh gaya hidup tidak sehat dan meningkatnya kasus diabetes. “Katarak yang dulunya identik dengan lansia, sekarang mulai mengincar anak muda,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.
Irsad menekankan bahwa katarak masih menjadi penyebab utama kebutaan di Indonesia dengan prevalensi yang terus meningkat. Ia mendorong masyarakat untuk mengutamakan edukasi dan deteksi dini agar penyakit ini tidak berujung pada kebutaan.
Sebagai solusi medis, ia menjelaskan operasi dengan teknik fakoemulsifikasi tanpa jahitan dapat mempercepat pemulihan pasien sehingga mereka bisa segera kembali beraktivitas.
“Olahraga bukan hanya untuk kesehatan, tetapi juga bisa menjadi gerakan sosial yang memberi dampak nyata bagi masyarakat,” jelas Yoseph.
Ia menambahkan, katarak tidak hanya menjadi masalah medis, tetapi juga sosial. Karena itu, masyarakat perlu melakukan pemeriksaan rutin, deteksi dini, dan menerapkan gaya hidup sehat untuk menurunkan risiko kebutaan yang sebetulnya bisa dicegah.
“Melalui program ini, kami tidak hanya memberikan layanan medis, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pola hidup sehat serta deteksi dini untuk mencegah katarak,” kata Yoseph. (*/ANTARA)





