BorneoFlash.com, JAKARTA – Kementerian ESDM menargetkan penerapan biodiesel 50 (B50) pada 2026, meski masih mengkaji opsi B45 karena keterbatasan pasokan Fatty Acid Methyl Ester (FAME).
Wamen ESDM Yuliot Tanjung menegaskan pihaknya tetap mendorong B50. Ia menyebut B45 membutuhkan 17 juta kiloliter (KL) FAME dan B50 sekitar 19 juta KL, sementara ketersediaan pada 2025 hanya 15,6 juta KL.
Hingga September 2025, implementasi B40 mencapai 10 juta KL atau 64,7 persen dari target.
Program biodiesel menurut Yuliot mampu menekan emisi, menghemat devisa 9,3 miliar dolar AS, menambah nilai dalam negeri Rp20,98 triliun, dan membuka 2 juta lapangan kerja.
Dirjen EBTKE Eniya Listiani Dewi menambahkan, B50 tidak serta-merta berlaku mulai Januari 2026 karena masih menunggu uji jalan 6–8 bulan. (*)








