BorneoFlash.com, GAZA – Militer Israel kembali melancarkan gempuran ke Kota Gaza dan sejumlah wilayah lain di Jalur Gaza pada Sabtu (20/9/2025). Serangan yang menyasar terowongan bawah tanah dan bangunan jebakan itu menewaskan sedikitnya 34 warga Palestina, menurut otoritas kesehatan setempat.
Serangan terbaru ini terjadi hanya dua hari sebelum pengumuman resmi pengakuan negara Palestina oleh 10 negara, termasuk Australia, Belgia, Inggris, dan Kanada. Deklarasi tersebut dijadwalkan berlangsung Senin (22/9/2025), bertepatan dengan pembukaan Sidang Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat, sebagaimana dilaporkan Reuters.
Pekan ini, Israel meningkatkan operasi penghancuran gedung-gedung tinggi di Kota Gaza, disertai serangan darat yang kini membuat sebagian besar wilayah berada di bawah kendali militernya. Pasukan Israel menguasai pinggiran timur Kota Gaza dan menggempur distrik Sheikh Radwan serta Tel Al-Hawa, sebagai persiapan untuk masuk ke bagian tengah dan barat kota, tempat mayoritas warga sipil berlindung.
Militer Israel mengklaim telah menghancurkan sekitar 20 blok menara dalam dua pekan terakhir. Lebih dari 350.000 orang dilaporkan telah meninggalkan Kota Gaza sejak awal September, sementara 600.000 lainnya masih bertahan.
Dalam laporannya, militer Israel menyebut sejumlah sandera masih berada di antara warga sipil. Sayap militer Hamas bahkan merilis gambar sandera melalui Telegram pada Sabtu pagi, memperingatkan bahwa nyawa mereka terancam akibat operasi militer Israel.
Sejak perang pecah hampir dua tahun lalu, otoritas kesehatan Gaza mencatat lebih dari 65.000 warga Palestina tewas, dengan kondisi diperburuk oleh kelaparan, kehancuran ribuan bangunan, dan pengungsian massal berulang kali.





