Menurutnya, para atlet yang bertanding di Balikpapan merupakan generasi pilihan dengan semangat juang tinggi. Kehadiran peserta dari 13 provinsi di Indonesia ini menunjukkan bahwa olahraga mampu mempersatukan berbagai kalangan tanpa memandang latar belakang maupun asal-usul.
“Bertandinglah dengan penuh semangat, tunjukkan kemampuan terbaik, dan junjung tinggi sportivitas. Kemenangan sejati bukan hanya saat meraih medali, tetapi juga ketika mampu menghargai lawan, belajar dari setiap pertandingan, dan memberikan yang terbaik dengan hati yang tulus,” pesannya kepada para karateka.
Wawali Balikpapan juga berharap turnamen yang berlangsung selama tiga hari ini tidak hanya melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga generasi yang berkarakter kuat, cinta tanah air, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
“Semoga melalui ajang ini, semangat kebersamaan, persatuan, dan sportivitas semakin tumbuh di tengah masyarakat kita,” tambahnya.

Dukungan penuh dari pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat, Open Karate Tournament Piala Panglima TNI 2025 diharapkan menjadi momentum penting untuk melahirkan atlet sekaligus memperkuat nilai-nilai persatuan bangsa.
Selain tournament karate berbagai kegiatan yakni pameran komunitas, bazar UMKM dengan lebih dari 70 stan, Gerakan Pangan Murah (GPM), khitanan massal, donor darah, hingga bakti sosial juga digelar dalam memperingati HUT ke 80 TNI di BSCC/Dome.






