Pelarian SE Berakhir di Mahakam Ulu, Total Tersangka Bom Molotov Jadi Tujuh Orang

oleh -
Penulis: Nur Ainunnisa
Editor: Ardiansyah
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar saat memberikan keterangan pers. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar saat memberikan keterangan pers. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa

BorneoFlash.com, SAMARINDA – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Samarinda kembali mengumumkan perkembangan terbaru penyidikan kasus bom molotov yang sempat mengguncang publik Kalimantan Timur. 

 

Seorang buronan bernama SE alias E (39) berhasil ditangkap setelah hampir dua minggu masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

 

Kasus ini bermula dari ditemukannya 27 bom molotov di sekretariat Himpunan Mahasiswa Sejarah FKIP Universitas Mulawarman (Unmul) pada 31 Agustus 2025. 

 

Saat itu, polisi mengamankan 22 mahasiswa, kemudian menetapkan empat orang di antaranya sebagai tersangka. 

 

Penyelidikan berlanjut hingga mengungkap keterlibatan dua aktor intelektual, yakni MS alias N (38), mantan mahasiswa Fisipol Unmul, dan AJM alias Lae (43), warga asal Sumatera Utara yang menetap di Samarinda.

 

SE akhirnya berhasil diamankan pada Jumat, 12 September 2025, di kawasan PT Borneo Bakti Sejahtera (BBS), Kampung Mamahak Besar, Kecamatan Long Bagun, Mahakam Ulu. 

 

Ia ditangkap saat berusaha menyeberangi sungai dengan speedboat setelah sempat bersembunyi di rumah ayah baptisnya.

 

Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, menuturkan penangkapan tersebut merupakan hasil kerja sama tim gabungan Jatanras Polresta Samarinda, Polda Kaltim, serta Polsek Mahulu.

 

“Yang bersangkutan sempat melarikan diri ke Mahakam Ulu dan berpindah-pindah lokasi untuk menghindari kejaran. Namun pada akhirnya, upaya pelariannya dapat kami hentikan,” jelas Hendri dalam konferensi pers di Mapolresta Samarinda, pada Senin (15/9/2025).

 

SE diketahui lahir di Samarinda pada 23 September 1985 dan berdomisili di Desa Sepaso, Kecamatan Bengalon, Kutai Timur. 

 

Ia merupakan alumni Fisipol Unmul angkatan 2005 serta bekerja sebagai sopir travel rute Samarinda–Sangatta. 

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.