BorneoFlash.com, JAKARTA – Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mengingatkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa agar penarikan Rp200 triliun dana pemerintah dari Bank Indonesia (BI) benar-benar produktif dan tepat sasaran.
Ia menegaskan kebijakan itu tidak boleh sekadar menambah likuiditas karena BI akan kembali menyerapnya melalui instrumen moneter. Karena itu, ia mendorong Kementerian Keuangan dan BI berkoordinasi menjaga inflasi, stabilitas rupiah, dan penyaluran kredit ke sektor riil.
Misbakhun menekankan tiga hal: menyalurkan dana ke sektor pencipta kerja lewat bank Himbara, swasta, dan nasional; mengawasi agar kredit tidak berhenti di neraca perbankan; serta memperkuat kebijakan pendukung seperti padat karya, insentif pajak, dan program perumahan.
“Jika kebijakan saling menguatkan, multiplier effect maksimal dan rakyat merasakan manfaatnya,” ujarnya.
Sebelumnya, Menkeu Purbaya menyebut Presiden Prabowo Subianto menyetujui penarikan Rp200 triliun dari total Rp425 triliun dana pemerintah di BI untuk memperbesar kredit perbankan. (*)





