BorneoFlash.com, JAKARTA – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan Gerakan Pangan Murah (GPM) berhasil menekan harga beras di berbagai daerah. Program ini digelar Kemendagri bersama Bulog, Bapanas, dan Kementerian Pertanian.
Ia menyebut penyaluran beras SPHP hingga akhir Agustus 2025 menjangkau 4.662 kecamatan. Volume penyaluran mencapai 43 ribu ton dan melayani lebih dari 3,4 juta masyarakat.
Kondisi itu menurunkan jumlah kabupaten yang mengalami kenaikan harga beras dari 233 menjadi 200. Sebanyak 55 kabupaten bahkan melaporkan harga kembali turun.
Bulog menyalurkan beras SPHP dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Alokasi distribusi mencapai 1,3 juta ton untuk periode Juli–Desember 2025.
Pemerintah menjual beras tersebut Rp12.000 per kg atau Rp60.000 per kemasan 5 kg. Di beberapa daerah, harga turun menjadi Rp11.000 per kg berkat subsidi Kadin.
Tito menegaskan program ini berjalan lancar. TNI/Polri, pemerintah daerah, dan BUMD pangan memastikan distribusi merata hingga desa, kepulauan, dan pegunungan.
Ia menutup dengan pernyataan bahwa GPM menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan inflasi nasional. (*)