BorneoFlash.com, JAKARTA – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai industri pengolahan menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11 persen sepanjang 2025. Peningkatan investasi dan aktivitas manufaktur mendorong kinerja sektor tersebut.
Kadin mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,39 persen secara tahunan pada kuartal IV 2025. Pada periode yang sama, industri pengolahan tumbuh 5,40 persen seiring kenaikan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 6,12 persen.
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perencanaan Pembangunan Nasional Bayu Priawan Djokosoetono mengatakan pengusaha nasional terus berinvestasi dan siap bersaing.
Ia menegaskan kontribusi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sepanjang 2025 melampaui Penanaman Modal Asing (PMA).
Bayu menargetkan industri pengolahan tumbuh mendekati 6 persen pada 2026 agar investasi pabrik dan aset tetap mencapai utilisasi optimal.
Di sektor lain, pertanian tumbuh 5,14 persen pada kuartal IV 2025, namun Kadin menilai produktivitasnya masih rendah.
Ketua Komite Tetap Perencanaan Pangan Kadin Indonesia Frans Tambunan menyebut sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menyerap sekitar 28 persen tenaga kerja nasional, tetapi hanya menyumbang sekitar 13 persen PDB, sehingga membutuhkan modernisasi dan investasi teknologi.
Sementara itu, sektor konstruksi hanya tumbuh 3,81 persen pada kuartal IV 2025 seiring belanja pemerintah yang meningkat 4,55 persen.
Ketua Komite Tetap Perencanaan Ekonomi dan Moneter Kadin Indonesia Ikhwan Primanda menilai program KUR perumahan, renovasi sekitar 70 ribu sekolah, dan pembangunan infrastruktur dapat mendorong sektor konstruksi dan real estat.
Dari sisi permintaan, konsumsi rumah tangga tetap menjadi penopang utama ekonomi dengan kontribusi 53,88 persen terhadap PDB dan pertumbuhan 5,11 persen pada kuartal IV 2025, meski ekspor melambat menjadi 3,25 persen.
Ikhwan menegaskan Indonesia perlu memprioritaskan peningkatan produktivitas agar target pertumbuhan ekonomi delapan persen dapat tercapai. (*)






