BorneoFlash.com, JAKARTA – Anggota Komisi III DPR RI Hinca Panjaitan menyoroti SOP Brimob dalam pengamanan demonstrasi setelah kendaraan taktis (rantis) melindas pengemudi ojek online (ojol) pada Kamis (28/8/2025) malam.
“Kita sangat menyayangkan peristiwa itu. Aparat mestinya memahami SOP dan membaca situasi dengan tepat, karena rantis cukup kuat,” kata Hinca di kompleks parlemen, Jumat.
Ia heran melihat kecepatan rantis saat membubarkan massa hingga menewaskan pengemudi ojol. “Biasanya rantis bergerak pelan, maju mundur sambil menggeser massa, bukan secepat itu,” ujarnya.
Hinca menilai peristiwa ini memicu keprihatinan publik. Ia memastikan akan meminta penjelasan Polri dalam rapat kerja Komisi III pekan depan, termasuk isu penggunaan gas air mata kedaluwarsa.
“Polri harus menjelaskan secara detail kepada publik. Kami juga siap membuka ruang dialog dengan masyarakat,” tegasnya.
Kericuhan demonstrasi di sekitar DPR/MPR meluas hingga Palmerah, Senayan, dan Pejompongan. Dalam insiden itu, rantis Brimob melindas pengemudi ojol yang kemudian meninggal dunia setelah dibawa ke RS Cipto Mangunkusumo.
Kadiv Propam Polri Irjen Abdul Karim memastikan penyidik memeriksa tujuh anggota Satbrimob Polda Metro Jaya yang berada di dalam rantis saat kejadian. (*)