Transformasi RSJD Samarinda, Kapasitas dan Sarpras Jadi PR Besar

oleh -
Penulis: Nur Ainunnisa
Editor: Ardiansyah
Direktur RSJD Atma Husada Mahakam, dr. Indah Puspitasari, MARS. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Direktur RSJD Atma Husada Mahakam, dr. Indah Puspitasari, MARS. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa

Namun, terbatasnya lahan membuat pengembangan fasilitas rehabilitasi belum dapat dilakukan secara maksimal.

 

Transformasi ke rumah sakit umum juga mewajibkan RSJD menyediakan layanan kesehatan non-psikiatri. 

 

Setidaknya ada empat bidang utama yang perlu disiapkan, yakni kebidanan, penyakit dalam, bedah, dan kesehatan anak. 

 

Upaya awal sudah dilakukan, salah satunya dengan menghadirkan layanan tumbuh kembang anak, termasuk mendatangkan dokter spesialis anak dan remaja dari Makassar setiap bulan.

 

“Hambatan terbesar saat ini ada pada sarana dan prasarana yang belum memadai. Tetapi dari sisi tenaga medis, kami memiliki psikolog dan psikiater yang cukup, dan seluruh layanan dapat diakses pasien menggunakan BPJS Kesehatan,”jelas Indah.

 

Ia menambahkan, pihak rumah sakit juga berupaya memastikan pasien tetap mendapatkan perawatan berkelanjutan meski sudah pulang. 

 

“Harapan kami semua pasien dapat terlayani melalui BPJS. Apabila ada kendala terkait identitas pasien, biasanya dibantu oleh PKSK dan PSM untuk pendataan. Bila belum terdaftar, kami berusaha mendaftarkan agar pasien tetap memperoleh obat secara rutin tanpa terputus,”tutupnya. (*)

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

No More Posts Available.

No more pages to load.