BorneoFlash.com, JAKARTA – Kementerian Pariwisata menandatangani MoU dengan Badan Gizi Nasional (BGN), Basarnas, Kementerian UMKM, dan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) untuk memperkuat sektor pariwisata nasional.
Kementerian memanfaatkan kerja sama ini untuk menjalankan lima program unggulan: Gerakan Wisata Bersih, Tourism 5.0, Pariwisata Naik Kelas, Event by Indonesia, dan pengembangan Desa Wisata.
Bersama BGN, kementerian memperkuat program Makan Bergizi Gratis melalui pendampingan, pelatihan SDM, dan pelibatan desa wisata. Bersama Kementerian UMKM, kementerian mengembangkan lebih dari 6.000 Desa Wisata menjadi pusat pertumbuhan UMKM dengan dukungan permodalan, pemasaran, dan investasi.
Bersama Basarnas, kementerian meningkatkan keamanan wisata dengan pelatihan SAR, sistem komunikasi terpadu, dan kesiapsiagaan penyelamatan. Bersama KLH, kementerian membangun destinasi berkelanjutan, infrastruktur ramah lingkungan, dan sistem pengelolaan sampah di destinasi wisata.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan pentingnya keamanan wisata, mengingat potensi risiko di tengah kekayaan alam Indonesia. Kepala BGN Dadan Hindayana menargetkan program gizi gratis menjangkau 82,9 juta orang.
Wamen KLH Diaz Hendropriyono menyoroti masalah kebersihan sebagai tantangan utama. Kepala Basarnas Mohammad Syafii memastikan MoU mempermudah penanganan korban bencana.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman optimistis kerja sama ini menggandakan efek ekonomi sektor wisata melalui penguatan UMKM. (*)







