Tanpa kantor operasional yang aktif, para mitra tidak memiliki sarana untuk mengajukan pemulihan akun.
“Biasanya setiap hari ada pengemudi yang datang ke kantor untuk keperluan administrasi. Sekarang semua terhenti karena kantor tidak lagi beroperasi,”jelas Ali.
Para peserta aksi juga menyoroti penurunan pendapatan yang terjadi sejak kantor tutup.
Mereka menyatakan bahwa performa akun terganggu karena tidak bisa dilakukan pembaruan atau penyesuaian status ke prioritas, yang berdampak langsung pada jumlah pesanan yang diterima.
Dalam tuntutannya, para pengemudi meminta agar kantor kantor Maxim di Samarinda kembali diaktifkan tanpa adanya intervensi dari pihak lain di luar Maxim.

Mereka menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk solidaritas untuk mempertahankan kelangsungan pekerjaan mereka.
“Kami berharap kantor dapat dibuka kembali tanpa persyaratan tambahan, agar kami dapat kembali bekerja seperti semula,”jujar Fahrojil di akhir aksi. (*)






