BorneoFlash.com, BALIKPAPAN – Dalam rangka mendukung kelancaran pasokan energi nasional, PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) berhasil menyelesaikan pekerjaan penggantian selang bawah laut (subsea hose) pada fasilitas Single Point Mooring (SPM) Terminal Santan, Kalimantan Timur, lebih cepat dibandingkan jadwal.
Proyek strategis itu diselesaikan dengan standar keselamatan tinggi tanpa insiden dan tanpa mengganggu operasi lifting yang sedang berjalan, yang sekaligus mencerminkan kompetensi dan kapabilitas operasional PHKT dalam menjaga keandalan infrastruktur energi nasional.
General Manager Zona 10, Yoseph Agung Prihartono, menegaskan pentingnya peran strategis SPM Santan dalam menjaga distribusi energi nasional.
“Keberhasilan ini tidak hanya menunjukkan kesolidan pelaksanaan proyek, tetapi juga menjadi bagian dari misi strategis Pertamina dalam menjaga ketahanan energi nasional,” tuturnya.
Penyelesaian proyek ini menjadi pencapaian penting PHKT pada Semester I tahun 2025.
Subsea hose merupakan salah satu titik kritikal dalam rantai pasok migas, sehingga keberhasilan penggantiannya berkontribusi langsung terhadap keandalan distribusi energi dari Kalimantan Timur ke berbagai wilayah Indonesia.
“Keberhasilan penyelesaian proyek ini menunjukkan komitmen kami dalam memelihara keandalan fasilitas operasi migas, sebagai bagian penting dari upaya berkelanjutan untuk menjaga produksi migas Perusahaan tetap andal dan berkelanjutan,” ujar Yoseph.

Sebagai fasilitas vital dalam sistem lifting minyak mentah (crude oil) di Kalimantan Timur, SPM Santan memainkan peran krusial dalam mendukung distribusi energi nasional.
Fasilitas ini melayani operasi migas dalam skema Joint Operating Agreement (JOA) bersama PT Pertamina EP (PEP), PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS), dan blok-blok migas lainnya, termasuk yang dikelola oleh ENI. Dengan peran sentral tersebut, keandalan dan keselamatan operasional SPM menjadi prioritas utama bagi PHKT.





