BorneoFlash.com, SAMARINDA – SMP Negeri 13 Samarinda Utara, yang berlokasi di Jalan Sukorejo No. 37, Kelurahan Lempake, merupakan salah satu sekolah favorit di wilayah tersebut.
Setiap tahun, jumlah pendaftar di sekolah ini meningkat, seiring dengan bertambahnya kawasan permukiman baru di sekitar Lempake, termasuk Perumahan Korem dan sejumlah kompleks lainnya.
Namun di balik tingginya animo masyarakat, kondisi infrastruktur sekolah justru memprihatinkan.
Beberapa ruang kelas mengalami kerusakan cukup parah, tetapi tetap dimanfaatkan karena terbatasnya ruang belajar.
Berdasarkan pantauan di lapangan, salah satu ruang kelas yang paling terdampak adalah kelas VIII-H, yang terletak dekat ruang guru dan gudang sekolah.
Dinding berwarna hijau tosca di bagian bawah tampak mengelupas akibat sering terendam banjir saat musim hujan.
Lantai semen di beberapa sudut kelas pun mengalami kerusakan.
Air yang masuk membawa pasir, yang kemudian mengering menjadi debu dan membuat ruangan cepat kotor.
Kerusakan juga terlihat pada jendela yang terlepas dari engsel serta plafon yang jebol dan sebagian lapuk.
Di tengah kondisi tersebut, aktivitas belajar tetap berlangsung.
Meja dan kursi berbahan kayu masih digunakan, bahkan beberapa siswa terlihat harus mengipas diri dengan buku karena kipas angin jarang digunakan khawatir debu beterbangan saat dinyalakan.
Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan SMPN 13 Samarinda, Suhadiyono, menyampaikan harapannya agar pemerintah dapat segera memberikan bantuan untuk perbaikan fasilitas sekolah.