Berita Nasional

Pemerintah Percepat Deregulasi Impor untuk Dukung Kemudahan Berusaha

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Anggito Abimanyu. Foto: kemenkeu.go.id/Biro KLI
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Anggito Abimanyu. Foto: kemenkeu.go.id/Biro KLI

BorneoFlash.com, JAKARTA -

Pemerintah

memperkuat

iklim

kemudahan

berusaha

dengan

mempercepat

deregulasi

kebijakan

impor

. Wakil Menteri

Keuangan

(

Wamenkeu

)

Anggito

Abimanyu

menegaskan

bahwa

Kementerian

Keuangan

(

Kemenkeu

)

mendukung

penuh

deregulasi

yang

tertuang

dalam

Peraturan

Menteri

Perdagangan

(

Permendag

)

Nomor

16

Tahun

2025.

“Kami di Kementerian

Keuangan

,

baik

tim

tarif

maupun

Bea

Cukai

,

siap

menindaklanjuti

deregulasi

ini

. Kami

akan

mempercepat

pengawasan

impor

dan

mengintegrasikannya

dengan

sistem

CEISA di Bea

Cukai

,”

ujar

Anggito

dalam

konferensi

pers di Jakarta,

Senin

(30/6/2025).

Anggito

menjelaskan

dua

fokus

utama

Kemenkeu

dalam

menjalankan

kebijakan

ini

.

Pertama

, Bea

Cukai

merelaksasi

larangan

dan

pembatasan

(

lartas

)

terhadap

482

kode

Harmonized System (HS).

Kedua

,

tim

tarif

bersama

Bea

Cukai

dan

kementerian

/

lembaga

terkait

mempercepat

penetapan

tarif

remedi

atau

perlindungan

,

dari

sebelumnya

40

hari

menjadi

hanya

14

hari

.

“Kami

memastikan

seluruh

proses

berjalan

cepat

dan

efisien

,”

tegasnya

.

Anggito

menambahkan

bahwa

percepatan

ini

bertujuan

memperlancar

arus

barang

di

pelabuhan

dan

mencegah

biaya

ekonomi

tinggi

akibat

keterlambatan

serta

penumpukan

logistik

.

“Kami di Bea

Cukai

menjamin

kelancaran

proses

bisnis

dan

aktivitas

bongkar

muat

di

pelabuhan

. Langkah

ini

penting

untuk

mencegah

penundaan

,

penumpukan

, dan

lonjakan

biaya

logistik

,”

jelasnya

.

Kebijakan

deregulasi

ini

menunjukkan

komitmen

pemerintah

dalam

menciptakan

iklim

investasi

yang

kondusif

,

mempermudah

pelaku

usaha

, dan

menjaga

daya

saing

nasional

di

tengah

tantangan

ekonomi

global.

Dalam

konferensi

pers

tersebut

, Menteri

Koordinator

Bidang

Perekonomian

Airlangga

Hartarto

, Menteri

Perdagangan

Budi Santoso, Menteri

Kehutanan

Raja

Juli

Antoni, dan Wakil Menteri Perindustrian

Faisol

Riza

turut

menyampaikan

dukungannya

.

Mereka

menekankan

pentingnya

sinergi

lintas

sektor

untuk

menurunkan

biaya

logistik

dan

mempercepat

pertumbuhan

ekonomi

nasional

. (*)

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar