Sementara pada kategori Adiwiyata, sebanyak 49 sekolah dari seluruh kabupaten dan kota menerima penghargaan atas kontribusi mereka dalam pendidikan lingkungan hidup.
Kota Samarinda mencatat jumlah penerima terbanyak, diikuti oleh kabupaten/kota lainnya seperti Berau, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Paser, Penajam Paser Utara, Bontang, dan Balikpapan.
Beberapa sekolah yang menonjol di antaranya adalah SDN 004 Sambutan dan SMPN 46 Samarinda, SDN 001 Campur Sari di Berau, serta SDIT Mutiara Rahmah dari Balikpapan.
Sekolah-sekolah tersebut dinilai berhasil mengintegrasikan nilai-nilai pelestarian lingkungan dalam proses pembelajaran maupun dalam kegiatan keseharian siswa.
Penghargaan juga diberikan kepada sejumlah perusahaan melalui program Proper.
Program ini bertujuan menilai komitmen dan implementasi tanggung jawab lingkungan oleh sektor usaha, baik dalam pengelolaan limbah, konservasi energi, maupun inisiatif keberlanjutan lainnya.
“Melalui program ini, kami ingin mendorong semua lapisan masyarakat agar lebih peduli dan terlibat aktif dalam menjaga kualitas lingkungan hidup. Pemberian penghargaan bukan hanya bentuk pengakuan, tetapi juga ajakan agar gerakan menjaga bumi bisa menyatu dalam kesadaran kolektif,”jelas Anwar.
Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, dalam kesempatan itu menegaskan bahwa apresiasi yang diberikan merupakan wujud penghormatan atas kontribusi nyata masyarakat dalam menjaga lingkungan, sekaligus sebagai pemicu semangat untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam pembangunan yang ramah lingkungan.
“Penghargaan ini bukan sekadar simbolis. Ini adalah penguatan nilai dan ajakan agar kita bersama-sama menjaga alam demi kelangsungan hidup generasi yang akan datang,”tegas Gubernur Rudy. (*)






