Turnamen ini memang istimewa. Tak seperti kebanyakan kompetisi yang memperebutkan hadiah uang, pemenang Barati Cup akan diberi tiket tampil di turnamen level dunia, membuka jalan emas bagi para talenta muda untuk mengasah bakat di panggung internasional.
Rajawali FC akan diperkuat oleh 23 pemain muda berusia 14–15 tahun, sebagian besar berasal dari SSB Pelangi-Mandau dan LBK Samarinda. Tim juga ditopang 11 ofisial yang terdiri dari pelatih, tim medis, hingga tim perlengkapan.
Prestasi Rajawali FC bukan datang tiba-tiba. Mereka adalah juara Liga Sentra Indonesia (LSI) 2024, serta aktif dalam berbagai ajang seperti Piala Soeratin dan POPDA.
Namun, di balik kepercayaan diri tersebut, Syariffudin juga menyoroti tantangan yang dihadapi, terutama terkait infrastruktur dan dukungan berkelanjutan.

“Lapangan representatif di Bontang saat ini hanya ada di Mulawarman. Kami harap perhatian Pemkot dan perusahaan besar bisa lebih serius terhadap pembinaan usia dini,” ungkapnya.
Tak hanya itu, ia juga menyuarakan harapan besar agar suatu hari, Bontang bisa menjadi tuan rumah turnamen ini.
“Turnamen ini berpindah-pindah setiap tahun. Kami berharap suatu hari giliran Bontang yang jadi pusatnya,” pungkasnya.






