“Selain bekerja sama dengan Puskesmas Handil Baru, kami juga melibatkan Mitra Binaan PHM, Kelompok Wanita Tani (KWT) Maju Cantik sebagai pengelola olahan pangan bergizi untuk diberikan kepada bayi dan balita,” tutup Frans.
Di sekitar wilayah Samboja, PHM memiliki kegiatan operasi hulu migas di Lapangan Senipah Peciko dan South Mahakam.
Dengan berbagai upaya yang telah dilakukan, PHM berharap program pemberian makanan tambahan ini dapat memberikan dampak positif bagi tumbuh kembang anak-anak di wilayah Samboja, sekaligus membantu menekan angka stunting di daerah tersebut.
Selain itu, langkah ini dirancang untuk terus meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan anak-anak sebagai fondasi bagi masa depan generasi penerus bangsa.
Sementara itu, Manager Communication Relations & CID PT Pertamina Hulu Indonesia, Dony Indrawan menjelaskan komitmen PHI selaku induk usaha dalam pengembangan masyarakat khususnya di bidang kesehatan sebagai langkah mendukung pencapaian Sustainable Development Goals.
“Selain di PHM, kai pun menjalankan program pengentasan stunting ini di anak perusahaan dan afiliasi PHI lainnya, baik Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan dan juga Kalimantan Utara,” jelasnya.
Menurut Dony, perusahaan meyakini bahwa anak-anak yang sehat dan terhindar dari kondisi stunting memiliki peluang yang lebih baik dalam mencapai cita-cita dan menjalani kehidupannya di masa mendatang.
“Untuk mendukung cita-cita Indonesia Emas, kami berkolaborasi dengan semua pemangku kepentingan untuk bersama-sama mewujudkan Indonesia bebas stunting,” pungkasnya. (*)