Ahmad berpesan agar penciptaan RTH dapat disesuaikan dengan konsep kota balikpapan sehingga tidak terpisahkan dari ruang-ruang yang lain, semisal RTH dekat dengan kawasan pendidikan, maka RTH nuansanya harus ada konsep pendidikan, kalau nuansa RTH dekat tempat kuliner, maka ciptakan suasana yang bisa masyarakat itu sambil menikmati kuliner. Begitu juga, jika nuansa RTH dekat dengan spot olahraga dapat menciptakan tempat olahraga ringan di tempat itu.
Mengingat, balikpapan menjadi pintu gerbang Kalimantan Timur (Kaltim), sehingga jati diri balikpapan itu sangat tergantung kepada semua masyarakat balikpapan. “Kalau kita branding bagus, maka itulah yang akan menjadi ciri khas kota balikpapan, yang dikenal oleh orang di luar,” katanya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana saat mendampingi Pjs Walikota Balikpapan saat menyerahkan piagam penghargaan mengatakan pembangunan di Kota Balikpapan jika mengharapkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) itu mungkin tidak akan tercukupi. Oleh karena itu, Pemkot selalu mengajak peran serta seluruh masyarakat maupun perusahaan melalui CSR untuk membangun Kota Balikpapan.
“Semoga kegiatan ini bisa memicu, memacu perusahaan lain untuk berperan aktif dalam membangun kota balikpapan. Taman ini akan kita kasih tagline Balikpapan Nyaman. Selain taman di perbaiki, branding kota juga kita buatkan,” katanya.
Dirman biasa disapa mengucapkan terima kasih banyak kepada bapak ibu semua, sudah berperan aktif membantu kegiatan yang ada di DLH, terutama dalam revitalisasi beberapa taman kota di Balikpapan. RTH ini akan dikenalkan kepada masyarakat, melalui media dan juga videotron milik pemkot.
“Kalau menggunakan anggaran dari pemkot lumayan besar, sehingga bekerja sama dengan beberapa perusahaan di Kota Balikpapan,” terangnya.

DLH Balikpapan dalam mengembangkan beberapa kegiatan mengajak beberapa perusahaan yang berkenan ikut berpartisipasi aktif melalui dana CSR perusahaan.
“Jadi taman kota ini bukan hanya untuk keindahan tetapi juga sebagai tempat sosialisasi masyarakat atau berkumpul dan berkomunikasi masyarakat, untuk menghilangkan rasa kejenuhan setelah beraktivitas,” pungkasnya.