“Fasilitas operasi dan produksi yang dikelola PHI dan anak-anak perusahaannya merupakan Objek Vital Nasional (Obvitnas) yang menerapkan standar keamanan dan keselamatan yang tinggi. Karenanya, kami pun memerlukan dukungan dan kerja sama TNI untuk memastikan keselamatan dan keamanan fasilitas dan operasi perusahaan,” ucapnya menambahkan.
Komandan Satinduk BAIS TNI Brigjen TNI Dedi Nurhadiman menyampaikan harapannya agar kedua belah pihak terus menjalin silaturahmi dan komunikasi untuk dapat menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia.
”Semoga TNI dan PHI dapat terus bersinergi guna mendukung pencapaian tujuan sesuai tugas dan peran masing-masing,” katanya.
Sementara itu, Manager Coporate Security PT Pertamina (Persero) Putra Jaya menyampaikan bahwa pihaknya turut mendorong kolaborasi dan sinergi yang positif hingga pada aktivitas operasional di lapangan.
“Terlebih lagi saat ini, lapangan-lapangan migas yang dikelola oleh PHI dan anak-anak usahanya berlokasi di Kalimantan di mana Ibu Kota Negara/ Nusantara (IKN) berada,” ucap Putra.
PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) merupakan bagian Subholding Upstream Pertamina yang mengelola operasi dan bisnis hulu migas sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di Regional 3 Kalimantan.
Tahun 2023 lalu, melalui anak perusahaan dan afiliasinya yang bekerja sama dengan SKK Migas, PHI mencatatkan produksi minyak sebesar 62,17 ribu barel minyak per hari (MBOPD) produksi gas sebesar 710 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD).
Dalam mencapai visinya menjadi perusahaan migas kelas dunia, PHI terus melakukan beragam inovasi dan aplikasi teknologi dalam menghasilkan energi yang selamat, efisien, andal, patuh, dan ramah lingkungan untuk mendukung #EnergiKalimantanUntukIndonesia. PHI berkantor pusat di Jakarta. Informasi lebih lanjut tentang PHI tersedia di https://phi.pertamina.com. (*)






