Tak hanya itu, kemampuan mesin pemeriksaan hanya mampu memeriksa 384 sampel dalam seminggu, sehingga pemeriksaan harus dibatasi.
Pengambilan urine dilakukan di puskesmas, kemudian urine tersebut dibawa ke Laboratorium Kesehatan Daerah untuk dilakukan pemeriksaan.
Apabila ditemukan positif berarti itu menunjukkan jika terdapat virus, tetapi belum bisa dipastikan terkena kanker. Puskesmas akan merujuk ke dokter spesialis, untuk memastikan kebenaran ada kanker atau tidak dengan cara pap smear.
“Jadi masih ada pemeriksaan lanjutan. Bukan berarti pemeriksaan urine positif, dia langsung kanker serviks. Pemeriksaan itu untuk mendeteksi virusnya,” ujarnya.
Adapun hasil pemeriksaan dari Labkesda baru bisa diterima pasien kurang lebih 3 hari hingga satu minggu.
Ia menjelaskan pemicu utama kanker serviks, disebabkan perilaku seksual yang tidak sehat, bergonta ganti pasangan termasuk sanitasi yang kurang bersih.