Pemkot Balikpapan memberikan bantuan dengan besaran Rp 37.800 per jiwa per bulan, sejak kepemimpinan Wali Kota Balikpapan, H Rahmad Mas’ud.
Jika dilihat tahun 2020, sebelum ada program kesehatan gratis peserta penerima manfaat PBPU dan BP meningkat, berjumlah 17.904 jiwa atau total anggaran Rp 8,8 miliar.
Pada tahun 2021 menjadi 160.194 jiwa dengan dana Rp 55,5 miliar. Kemudian, tahun 2022 jumlah peserta sebanyak 189.827 jiwa atau Rp 88,6 miliar dan tahun 2023 sebanyak 196.842 atau Rp 96,8 Miliar. “Terus bertambah,” ucapnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan dr Andi Sri Juliarty mengatakan, program prioritas Wali Kota Balikpapan tetap berlanjut di tahun 2024.
“Program ini setiap tahun terus dievaluasi, supaya dapat lebih bermanfaat bagi masyarakat. Anggaran sudah tersedia. Tahun depan sekitar Rp 94 miliar,” sebutnya.

Program prioritas Wali Kota Balikpapan terus dikawal dan hingga saat ini berjalan dengan baik. “Pemanfaatan BPJS juga semakin meningkat, sudah sampai 99,9 persen. Semakin banyak yang memanfaatkan, keluhan masyarakat juga berkurang,” ujarnya.
Hampir seluruh penduduk di Kota Balikpapan sudah mempunyai BPJS Kesehatan. Apabila masyarakat Kota mempunyai keluhan terkait pelayanan BPJS Kesehatan, bisa disampaikan melalui hotline JKN online, Care Center, CHIKA, loket BPJS di rumah sakit. “Semua bisa dimanfaatkan untuk komunikasi dengan BPJS,” pungkasnya.