Fitur ini mungkin dibuat oleh Apple terkait tulisan Wall Street Journal (WSJ) yang melaporkan tren pencurian iPhone yang sering terjadi belakangan ini.
Yaitu si maling akan menguntit calon korban terlebih dahulu untuk mengintip saat calon korban memasukkan passcode.
Setelah mereka mengetahui, barulah iPhone tersebut dicuri. Setelahnya, si maling bisa membuka segala sesuatu yang ada di iPhone lewat passcode tersebut, misalnya mengunci korban dari akun Apple, mencuri uang menggunakan Apple Pay, Apple Card, ataupun aplikasi perbankan.
WSJ juga mewawancarai seorang maling yang sudah mencuri ratusan iPhone, yang kemudian menceritakan berbagai aksinya setelah berhasil mencuri iPhone. Misalnya, yang pertama dilakukan pastikan mengganti kredensial Apple ID, lalu mencuri uang yang ada di rekening, kemudian menjual iPhone tersebut.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar