“Tablet darah yang kami distribusikan bisa diminum. Harapan kami di akhir tahun tablet penambah darah yang sudah distribusikan 100 persen bisa diminum semua. Mohon dukungan dari Disdik, Kepala Sekolah dan Guru,” ujarnya.
Wali Kota Balikpapan telah menetapkan bahwa setiap hari Jumat adalah hari untuk minum tablet tambah darah. Pelajar putri yang terkena anemia bisa naik kadar HB dengan meningkatkan pola asupan gizi yang benar sesuai usianya.
Pasalnya, anemia bisa disebabkan karena minum tablet penambah darah tidak teratur, mungkin pola konsumsi makan yang tidak bergizi, malas makan buah, malas makan sayur dan ikan.

“Semoga tidak bertambah lagi anemia di Kota Balikpapan,karena anemia yang kronis berpotensi ke depan dapat melahirkan anak yang stunting,” pungkasnya.
Kegiatan dihadiri Perwakilan dari Kementerian Kesehatan, Camat Se Kota Balikpapan, Kepala DP3AKB, Lurah Gunung Bahagia serta para guru SMPIT Al Istiqamah Balikpapan.






