Tingkatkan Awareness Aspek Safety, KPI Unit Balikpapan Gelar Vendor Day 2023

oleh -
Editor: Ardiansyah
PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Balikpapan, menggelar kegiatan Vendor Day, di Balikpapan, Kamis (13/07/2023). Foto: BorneoFlash.com/Ist.
PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Balikpapan, menggelar kegiatan Vendor Day, di Balikpapan, Kamis (13/07/2023). Foto: BorneoFlash.com/Ist.

Bayu juga menjelaskan bahwa tantangan kedepan pasti akan meningkat terutama dengan adanya proyek pengembangan kilang, Proyek pengembangan kilang ini nantinya akan menjadikan kilang di Balikpapan menjadi yang terbesar di Indonesia.

“Ketika proyek selesai, akan menjadikan kilang ini menjadi yang terbesar. Kapasitasnya meningkat, kompleksitasnya meningkat, diversifikasi produk semakin banyak. Ini akan menciptakan peluang baru dan bisnis baru. Oleh karena itu mari sama-sama berikan dedikasi dan komitmen terbaik untuk mensukseskan proyek ini,” kata Bayu.

Dengan adanya proyek ini, menurut Bayu tantangan juga akan meningkat, salah satunya di aspek safety.

 “Akan semakin banyak tenaga kerja yang terlibat dalam proyek pengembangan kilang. Artinya semakin banyak orang, semakin banyak yang harus diawasi. Makin banyak pekerjaan yang harus dikawal, salah satunya juga pada aspek safety,” kata Bayu.

Safety juga tetap menjadi prioritas utama perusahaan. Di PT KPI Unit Balikpapan sedang dikembangkan pola pendekatan baru untuk terus membudayakan HSSE, Program itu dikenal dengan Safety Leadership Program 4.0. Program ini dilakukan melalui pendekatan perubahan pola pikir. 

“Sebelumnya pendekatan HSSE lebih banyak melalui pembekalan-pembekalan aspek teknis diantaranya cara kerja aman, pakai APD yang benar, bekerja sesuai prosedur, eksekusi pekerjaan sesuai dengan prosedur, tapi ternyata masih ada kejadian yang tidak diinginkan yang terjadi. Melalui program SLP 4.0 kita coba sentuh dari sisi humanisnya. Dilakukan pendekatan secara personal untuk membangkitkan kesadaran penuh bahwa safety adalah hak orang lain yang harus kita hormati,” jelas Bayu.

Bayu juga menegaskan bahwa apabila dia melanggar aspek HSSE, maka setiap orang berhak menegurnya. “Kalau saya ke kilang tidak menggunakan APD lengkap atau tidak menggunakannya dengan benar, silahkan ditegur. Saya minta semua, kalau ada yang ditegur harus legowo karena itu adalah wujud rasa sayang mereka kepada kita. Kalau mereka tidak sayang, tentunya mereka tidak akan peduli,” tegas Bayu.

Selain aspek HSSE, Bayu juga menegaskan implementasi aspek Good Corporate Governance (GCG) dalam operasional perusahaan. 

Baca Juga :  Gelar RDP, DPRD Balikpapan Bahas Pengawasan Perkapalan dan Lelang Terbuka Jasa Pandu di Teluk Balikpapan
Manajemen PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Balikpapan, Deklarasi Komitmen dan Kebijakan Refinery Unit V Balikpapan Terhadap Sistem Manajemen Anti Penyuapan. Foto: BorneoFlash.com/Ist.
Manajemen PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Balikpapan, Deklarasi Komitmen dan Kebijakan Refinery Unit V Balikpapan Terhadap Sistem Manajemen Anti Penyuapan. Foto: BorneoFlash.com/Ist.

“Perusahaan memiliki cita-cita untuk memastikan perusahaan menerapkan aspek GCG. Untuk itu, saya minta seluruh tim manajemen untuk menandatangani komitmen memastikan aspek-aspek GCG terus kita laksanakan di lingkungan kerja perusahaan,” kata Bayu.

Untuk memastikan hal tersebut, Bayu mengharapkan dukungan mitra kerja para vendor. “Mohon dukungan dari para vendor. Apabila ada yang tidak patuh pada aspek GCG tolong kami diingatkan. Hari ini Bapak Ibu para vendor menjadi saksi bahwa tim manajemen KPI Unit Balikpapan berkomitmen untuk memastikan praktik-praktik GCG tetap kita laksanakan,” tutup Bayu. (*)

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

banner 700x135

No More Posts Available.

No more pages to load.