Yakni mengubah satu jalur jalan seluruhnya menjadi area pedestrian, sedangkan satu jalur lain menjadi kantong parkir.
“Itu akan dimulai dari Jalan Niaga Utara tepatnya di Blok B. Pembangunan kedua proyek itu akan dilaksanakan satu jalur atau satu masa. Agar revitalisasi bisa terlihat,” katanya.
Suprayogi mengatakan akan mulai berkoordinasi dengan tim Dinas Perhubungan (Dishub) untuk analisis dampak lalu lintas (andalalin). Karena dalam DED (Detail Engineering Design), kawasan Citra Niaga nantinya tidak akan menjadi jalur perlintasan kendaraan seperti sekarang ini.
“Nanti Citra Niaga hanya khusus untuk pejalan kaki dan parkir. Makanya jalur pedestrian kami buat lebar dengan rentan 4–6 meter. Termasuk di dalamnya terdapat beberapa area hijau hingga lampu dan bangku taman,” ujarnya.
Soal pengendalian banjir
Dari hasil analisis tim perencana, lebar drainase yang ada masih dapat mengendalikan genangan air, hanya memang kondisinya saat ini kurang terawat. Jadi, saat pembangunan ulang Citra Niaga nanti, jalur drainase akan dinormalisasi.
“Drainase saat pembangunan kawasan Citra Niaga pada 1987 tahun sudah sangat baik. Banjir juga biasanya akibat pasang surut air Sungai Mahakam,” kata Suprayogi.
Dalam desain keseluruhan, Wali Kotajuga meminta agar dibuatkan jalur jaringan gas (jargas) untuk memenuhi kebutuhan seluruh pedagang, agar tidak lagi membutuhkan tabung gas. Termasuk untuk instalasi pengelolaan air limbah (IPAL), serta tempat penampungan sementara (TPS) untuk sampah yang tertutup.
“Kami juga akan koordinasi dengan PLN maupun Telkom, karena jaringan kabel yang ada di atas, akan ditanam sehingga lebih rapi dan memaksimalkan tampilan kawasan tersebut,” katanya yang disadur BorneoFlash.com dari Kaltimpost.








