Deputi Prof Ali juga menyatakan bahwa pembangunan IKN dilakukan prinsip pembangunan hardware, software, dan brainware. Hardware dan software diwujudkan dalam bentuk infrastruktur fisik dan sistem atau proses bisnis pengelolaan perkotaan yang baik.
Sementara itu, pembangunan brainware juga penting untuk menciptakan peningkatan kualitas dan kapasitas SDM dan entitas bisnis nasional, untuk lebih kompetitif dan berdaya saing global.
Lebih lanjut, Ketua Umum INTI Teddy Sugianto mengungkapkan bahwa acara ini bertujuan untuk mempromosikan kolaborasi sinergi, antara pemangku kepentingan sektor publik dan swasta dalam mendatangkan investasi, pengembangan dan pembangunan daerah yang berkelanjutan di Indonesia, khususnya Ibu Kota Nusantara baru yang akan menjadi kebangsaan bersama sesuai dengan amanat dan cita-cita Pak Presiden Joko Widodo.
Upaya dukungan investasi pada sektor smart city IKN juga datang dari Presiden Direktur CAIH sekaligus sebagai perwakilan KIKT Loretta Thamrin. “KADIN Indonesia Komite Tiongkok (KIKT) mendukung program Pemerintah dari sisi instansi/regulasi untuk perkembangan IKN mewujudkan Nusantara sebagai kota cerdas.

Acara Indonesia-China Smart City Technology and Investment Expo digelar, dalam rangka menunjukkan upaya-upaya inovatif yang dapat dilakukan pada ekosistem kota dan memperkuat Kemitraan Strategis Komprehensif antara Indonesia-Tiongkok dalam kerja sama maupun investasi dalam pembangunan kota pintar di Indonesia.
Di akhir kesempatan Deputi Prof. Ali menyampaikan berbagai insentif yang diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah No. 12 tahun 2023 tentang Pemberian Perizinan Berusaha, Kemudahan Berusaha, dan Fasilitas Penanaman Modal Bagi Pelaku Usaha di Ibu Kota Nusantara. Ia juga mengundang berbagai investor dan partisipan dari Tiongkok pada acara tersebut untuk berinvestasi di Nusantara. (*)





