“Kami mengharapkan peran ulama, ustadz dan ustadzah melalui program ini, untuk menyampaikan himbauan belanja bijak atau belanja sesuai dengan kebutuhan dan tidak berlebihan, tidak Panic Buying, sehingga dapat meminimalisir potensi risiko spekulan dalam mempermainkan harga terutama komoditas bahan makanan seperti gula pasir, daging ayam ras, telur ras dan cabe rawit,” paparnya.
Ada beberapa hal yang harus dilaksanakan bersama untuk ikut berkontribusi terhadap kestabilan harga dengan cara CERDAS dan BIJAK dalam berbelanja, yakni belanja sesuai kebutuhan dan pendapatan, membuat daftar belanja yang diperlukan sesuai dengan kebutuhan, membandingkan harga barang yang diperlukan untuk memperoleh harga terbaik, berbelanja barang atau makanan pengganti jika barang yang dibeli mahal dan tidak menimbun barang/bahan makanan.

“Kami juga ingin menekankan bahwa TPID Kota Balikpapan terus mengawal pergerakan harga, kecukupan pasokan dan kelancaran distribusi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya bahan pangan strategis. Insyaallah, melalui koordinasi bersama dan dukungan dari berbagai lapisan masyarakat, maka bahan-bahan pokok di Kota Balikpapan senantiasa cukup pasokannya dengan harga yang terjangkau,” jelasnya.





