“Berharap, mulai sekarang diserapnya, karena biasanya ditunda-tunda sehingga akhir tahun tidak terserap,” ucapnya.
Hasto mengungkapkan tahun sebelumnya angka stunting di Provinsi Kaltim 21 persen dan target tahun 2023 bisa mengalami penurunan 3 persen menjadi 17-18 persen. Kemudian, akhir tahun 2024 akan menjadi 14 persen. “Harapannya seperti itu, skenarionya begitu dengan strategi mengerahkan semua sektor,” imbuhnya.
Sementara itu, Gubernur Kaltim H Isran Noor menyampaikan dalam rangka percepatan nasional penurunan stunting di Provinsi Kaltim dapat menurunkan prevalensi stunting menjadi 12,83 persen pada tahun 2024 nanti.
“Saya mengimbau kepada seluruh Bupati atau Walikota, agar mengoptimalkan peran Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di berbagai level mulai dari TPPS tingkat Kabupaten/Kota, Kecamatan dan Kelurahan, sehingga aksi nyata penurunan stunting dapat berjalan terpadu dengan hasil yang maksimal,” terangnya.

Isran yakin dan percaya pelaksanaan program bangga kencana dan penurunan stunting di Provinsi Kaltim, akan terlaksana dengan baik dan sukses atas upaya dan kerja sama seluruh elemen pemerintah provinsi Kaltim.
“Masa depan itu tergantung pada apa yang kita lakukan hari ini. Bersama untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 dan mewujudkan Kalimantan Timur Berdaulat,” serunya.





