Menurut Dony yang juga meraih penghargaan sebagai “Best Manager Community Involvement & Development (CID)” dalam ajang E2S Award ini, Perusahaan terus berkomitmen untuk mendorong beragam inovasi dan aplikasi teknologi yang dapat meningkatkan keselamatan, kehandalan, dan keunggulan operasi migas Perusahaan sekaligus mengembangkan kemandirian masyarakat di wilayah operasi Perusahaan.
“Kami berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, terutama masyarakat dan pemerintah daerah dalam menjalankan program-program CSR perusahaan sehingga mampu menciptakan manfaat dan nilai yang dinikmati bersama (creating shared value). Masyarakat yang berkembang dan mandiri akan dapat mendukung hubungan yang harmonis serta keberlangsungan operasi dan bisnis perusahaan,” tambah Dony.
Dony menambahkan bahwa program inovasi yang diusung oleh PHM melalui Wasteco, merupakan kolaborasi dengan Pemerintah Kota Balikpapan melalui TPAS Manggar. Wasteco telah dimanfaatkan oleh 275 sambungan rumah dan 22 UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) di sekitar TPAS Manggar, dengan memanfaatkan gas metana sebesar 583.000 m3/tahun, dan berhasil menurunkan emisi karbon sebesar 288.449 ton CO2eq/tahun.
Program ini juga telah memberikan dampak ekonomi berupa penghematan biaya memasak bagi masyarakat hingga Rp 255,6 juta/tahun karena substitusi gas elpiji, peningkatan pendapatan usaha UMKM sebesar Rp 52 juta/tahun. Serta adanya penghematan biaya listrik TPAS Manggar sebesar Rp 47 juta/tahun.
Tahun ini PEP Tarakan Field dan PHM berkesempatan menjadi kandidat Peringkat Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan (PROPER) Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI. Proper Emas merupakan tingkat penganugerahan tertinggi yang memiliki arti bahwa perusahaan telah melakukan pengelolaan terhadap lingkungan melebihi dari yang disyaratkan. (*)