Di lapangan, Komandan Tim Reaksi Cepat (TRC) Mateus Ramos juga menjelaskan bahwa posko bersama ditempatkan di kapal yang disediakan oleh masyarakat.
Dan tim melaksanakan pencarian yang dimulai sejak pukul 08:00 pagi dan dihentikan pukul 18:00 sore. Pada malam hari tim akan standby di posko.
“Dikatakan oleh keluarganya bahwa pakaian terakhir yang dikenakan oleh Pak Alfon mengenakan jaket berwarna merah sedangkan Rizky mengenakan jaket berwarna hitam. Karena tidak ada saksi mata jadi kami masih meraba. Dan saat ini pencarian masih nihil,” ungkap Mateus Ramos.

Lalu, Istri dari Alfonsius Satuq, Mariati Keting (49 tahun) mengatakan bahwa memang keseharian dari bapak adalah seorang nelayan dan disebutkannya bahwa suami memiliki riwayat diabetes.
“Waktu berangkat bapak sehat aja. Hal ini tidak pernah terjadi. Dan keduanya bisa berenang,” bebernya kepada awak media saat diwawancarai seusai mengikuti penyisiran bersama keluarga.