Fenomena Urbanisasi Pendatang Pasca Lebaran  

oleh -
Anggota DPRD Kota Balikpapan, Muhammad Najib. Foto: BorneoFlash.com/Niken.
Anggota DPRD Kota Balikpapan, Muhammad Najib. Foto: BorneoFlash.com/Niken.

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN – Usai lebaran Idul Fitri 1443 Hijriah menjadi ciri khas bertambahnya para pendatang dari berbagai daerah khususnya di Kota Balikpapan, dengan alasan mengais pekerjaan. 

Untuk itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan harus memonitor di pintu masuk Kota Balikpapan.

“Fenomena urbanisasi pendatang setelah lebaran biasa terjadi, sehingga pentingnya Pemkot mendata pendatang baru yang masuk di Kota Balikpapan,” ujar Anggota DPRD Balikpapan Muhammad Najib kepada tim BorneoFlash.com, Senin (9/5/2022). 

Bung Najib sapaan karibnya menuturkan, adanya lonjakan pendatang ini menjadi catatan atau hal yang perlu mendapatkan perhatian. Pasalnya, kedatangan warga baru di Kota Balikpapan jika telah memiliki pekerjaan atau segera mendapatkan pekerjaan tidak menjadi kekhawatiran.

Akan tetapi, apabila tidak kunjung mendapatkan pekerjaan atau tidak tersedianya lapangan pekerjaan justru berdampak negatif. Salah satunya tingkat pengangguran di Kota Balikpapan meningkat dan khawatirnya berujung kepada kriminalitas. 

“Itu yang dikhawatirkan, sehingga Pemkot hingga tingkat RT memonitor lingkungan minimal dengan mendata para pendatang di wilayah masing-masing. Demi kenyamanan dan keamanan masyarakat Balikpapan,” ungkap Politisi Partai PDI Perjuangan. 

Meskipun demikian, Anggota Komisi I DPRD Balikpapan menyambut baik kedatangan para pendatang baru hanya saja, ia meminta agar para pendatang tersebut melaporkan kedatangannya kepada RT setempat. 

“Kami minta ada data yang tercatat, seperti misalnya keluarga A membawa keluarganya, siapa namanya, dari mana asalnya termasuk tujuan kesini mau ngapain,” pungkasnya. 

Mengingat Kota Balikpapan sebagai pintu gerbang Kalimantan Timur dan Kota Penyangga Ibu Kota Negara (IKN), tentunya menjadi sorotan untuk bisa berdomisili di Kota yang terkenal sebagai miniatur Indonesia dengan berbagai suku, budaya termasuk agama. Namun, selalu harmonis dan tetap kondusif.

Baca Juga :  Giat Jumat Curhat Kapolda Kaltim Bahas Eksploitasi Anak kepada Warga RT 29 Kelurahan Klandasan Ilir

(BorneoFlash.com/Niken)

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

banner 700x135

No More Posts Available.

No more pages to load.