Taekwondo Balikpapan sengaja memilih kejuaraan terbuka supaya pertandingan ini dapat menjadi motivasi peserta, karena tanpa adanya kompetisi mungkin mereka akan mengurangi jam terbang. Apabila memiliki banyak jam terbang, tentunya mempunyai kualitas yang baik.
Antusias masyarakat Kota Balikpapan bisa berlatih lebih keras lagi untuk Taekwondo, sehingga mempunyai jenjang yang lebih baik. Khususnya bisa berkompetisi di PON dan seterusnya.
“Mudah-mudahan seluruh pengurus dan jajaran support kuat untuk even ini, supaya even dapat digelar minimal setiap tahun, apabila perlu setahun dua atau tiga kali lebih baik,” ungkapnya.
Salah satu antusias masyarakat mengikuti turnamen ini, dengan menghadirkan master taekwondo dari Jakarta maupun Kota Lainnya. “Kalau di taekwondo itu kan ketika ada master itu seperti kedatangan artis. Misalnya, di Bulutangkis itu kedatangan Taufik Hidayat. Jadi sangat antusias,” serunya.
Terbukti, peserta kejuaraan taekwondo sudah mencapai 541 peserta yang berasal dari Balikpapan, Samarinda. Walaupun target peserta turnamen berkisar 600 peserta.
Secara teknis, turnamen ini menggunakan empat matras yang berdurasi kurang lebih satu menit setiap bertanding.
Nantinya, setiap hari akan bertanding sebanyak 200 peserta selama tiga hari yang akan dibagi dalam dua sesi yakni sesi pertama di bawah jam 12:00 Wita dan diatas jam 13:00 Wita.

Sejauh ini, Taekwondo Balikpapan banyak melakukan pelatihan tetapi sangat disayangkan Kota Balikpapan belum memiliki gedung Taekwondo.
Berharap kepada Pemerintah Kota dapat memfasilitasi tempat untuk menyalurkan bakat dari warga Balikpapan yang gemar taekwondo, sehingga dapat menghasilkan atlet Kota Balikpapan yang dapat membanggakan.
(BorneoFlash.com/Niken)