Selain itu, Dwi juga menyampaikan bahwa persetujuan insentif pemerintah untuk PHM yang telah mendorong PHM untuk meningkatkan investasi yang diperlukan dalam mempertahankan dan meningkatkan produksi migas di WK Mahakam.
Dalam kunjungan ini, General Manager PHM Agus Amperianto menyampaikan paparan terkait kinerja PHM dan capaian-capaian yang telah diraih PHM selama tahun 2021. “Capaian produksi PHM untuk tahun 2021 tetap berada di atas target Work Plan & Budget (WP&B) meskipun kami bekerja di tengah situasi pandemi,” kata Agus.
Agus menambahkan, berdasarkan data per 31 Desember 2021, capaian PHM di bidang produksi untuk minyak dan kondesat adalah sebesar 24,8 ribu BOPD, lifting gas sebesar 480 MMSCFD, dan well head gas sebesar 526 MMSCFD. “Capaian ini berarti 110% diatas target RKAP untuk minyak dan 113% diatas target RKAP untuk gas,” ungkapnya.
“Kegiatan drilling sampai dengan minggu ketiga Desember 2021, PHM telah berhasil mengebor sebanyak 73 sumur pengembangan dan 2 sumur eksplorasi. Sementara untuk kegiatan operasi well intervention juga telah mencapai 60 kegiatan work over dan 4.157 kegiatan well service,” jelas Agus.
Selain itu, Agus juga melaporkan capaian Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) KLHK yang diraih PHM yakni 2 penghargaan PROPER Emas untuk Lapangan BSP dan SPU, serta 3 PROPER Hijau untuk Lapangan CPU, NPU, dan HCA.
Agus mengakui bahwa semua pencapaian PHM merupakan hasil kerja keras seluruh pekerja dan mitra kerja PHM yang senantiasa memperhatikan aspek keselamatan dan prokes kesehatan yang sangat ketat, untuk mewujudkan komitmen PHM sebagai penyedia energi nasional.
“Tentunya semua ini tidak lepas dari dukungan penuh dari PT Pertamina Hulu Indonesia selaku induk Perusahaan dan juga kerja sama, kolaborasi, dan komunikasi yang sangat baik dengan SKK Migas, baik yang berada di Pusat maupun Perwakilan Kalsul,” pungkas Agus.

Sumur eksplorasi MPT-1X berada di area South Mahakam di perairan lepas pantai Balikpapan yang merupakan penemuan eksplorasi di antara lapangan-lapangan migas yang sudah ada. Pengeboran dimulai pada Oktober 2021 menggunakan Rig Hakuryu-14 milik PT Japan Drilling Indonesia dengan kedalaman 3776.4 meter.
Hasil DST-2 di Sepinggan Carbonate Sequence telah dilakukan pada 18 Januari 2022 dengan hasil Uji Alir (DST) gas sebesar 15 juta standar kaki kubik per hari dan kondensat sebesar 428 barel per hari di choke 40″/64″. (*)







