Pemkot Berikan Bantuan Kepada Siswa dan Guru, Dalam Rangka Dukung Pendidikan Di Balikpapan

oleh -
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menggelar penyerahan hibah SPP dan insentif guru SD/MI dan SMP/MTs swasta serta dana pembinaan siswa berprestasi berskala internasional jenjang SD/MI dan SMP/MTs kota balikpapan tahun 2021 pada Jumat (8/10/2021). Foto : BorneoFlash.com/Muhammad Eko.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menggelar penyerahan hibah SPP dan insentif guru SD/MI dan SMP/MTs swasta serta dana pembinaan siswa berprestasi berskala internasional jenjang SD/MI dan SMP/MTs kota balikpapan tahun 2021 pada Jumat (8/10/2021). Foto : BorneoFlash.com/Muhammad Eko.

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menggelar penyerahan hibah SPP dan insentif guru SD/MI dan SMP/MTs swasta serta dana pembinaan siswa berprestasi berskala internasional jenjang SD/MI dan SMP/MTs kota balikpapan tahun 2021 pada Jumat (8/10/2021).

Kegiatan tersebut nampak dihadiri Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud didampingi pejabat pemerintah lainnya dan peserta undangan para guru dan siswa dan tamu undangan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut Kepala Disdikbud Kota Balikpapan, Muhaimin memaparkan. Bahwa kegiatan hari ini ada tiga yang diberikan dalam mendukung pendidikan di Balikpapan.

Pertama adalah, pemberian subsidi SPP kepada siswa SD/MI swasta.Pemberian subsidi SPP kepada seluruh siswa SD/MI kelas 1 sampai kelas 6 selama 6 bulan, bulan Juli sampai dengan bulan Desember 2021.Sama halnya dengan SMP/MTS Swasta,  Subsidi SPP juga diberikan kepada mereka. 

Subsidi itu diberikan kepada siswa kelas 7, 8 dan 9 selama enam bulan, yakni dari bulan Juli hingga bulan Desember 2021

” Masing-masing besarnya adalah untuk SD/MI Rp 75 ribu perbulan selama enam bulan, kemudian SMP/MTS itu Rp 110.000 per bulan selama 6 bulan,” ujarnya.

Dia terangkan berlanjut yang kedua, yaitu pihaknya  pemberian insentif tambahan kepada guru di sekolah swasta.

Pemberian itu dikarenakan kondisi pandemi Covid-19 yang melemahkan ekonomi, sehingga sekolah swasta kurang diminati orang tua dikarenakan beban biaya dan akhirnya sekolah swasta banyak yang kekurangan siswa.

“Ini insentif tambahan namanya, karena kita sudah mempunyai insentif yang Rp 500 per bulan. kekurangan murid yang terjadi dua hal, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) nya itu berkurang baik BOS kota maupun BOS reguler karena muridnya sedikit, yang kedua adalah mereka juga tidak mendapatkan SPP karena kan salah satu gaji guru dibayar dari SPP,” ucapnya lagi.

dia juga menerangkan, pembagian insentif tambahan ini terbagi menjadi tiga kategori. 

banner 700x135

No More Posts Available.

No more pages to load.