FX Yapan Sebut PPKM di Kubar Bisa Saja Kembali ke Level 4 Jika Prokes Masih Dikendorkan

oleh -
Bupati Kutai Barat FX Yapan saat diwawancarai awak media. Foto : BorneoFlash.com/Lilis Suryani.
Bupati Kutai Barat FX Yapan saat diwawancarai awak media. Foto : BorneoFlash.com/Lilis Suryani.

BorneoFlash.com, SENDAWAR – Kasus Covid-19 di di wilayah Kabupaten Kutai Barat perlahan mengalami penurunan yang cukup signifikan. 

Bahkan seluruh Kecamatan yang ada di Kutai Barat rata-rata sudah menyandang status zona kuning, beberapa diantaranya sudah menyandang status zona hijau alias zero Covid-19. 

Seluruh Sekolah di Kubar saat ini sudah mulai melakukan kegiatan Pembelajaran tatap muka (PTM) meski pelaksanaannya masih dilakukan pembatasan jumlah pelajar yang masuk dalam ruang kelas.

Bupati Kutai Barat FX Yapan tak henti-hentinya mengingatkan seluruh warganya untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta meningkatkan kepatuhan terhadap protokol kesehatan. 

” Walaupun ini trennya menurun, kita tetap harus hati-hati, sebab barang ini tidak kelihatan. Karena apabila sudah turun begini, ketika nanti naik lagi lebih susah kita, jadi lebih baik kita mempertahankan, menjaga supaya ini tetap menurun.

Daripada nanti turun, kemudian naik lagi, nah itu lebih susah kita tangani,”kata Bupati Kutai Barat FX Yapan, Senin (20/9/2021).

Maka itu orang nomor satu di Kubar tersebut menekankan kepada seluruh elemen masyarakat agar tidak lengah, larut  dalam euforia tren penurunan kasus yang terjadi saat ini.

Senantiasa waspada tanpa mengabaikan protokol kesehatan, demi keamanan bersama, sehingga level PPKM di kutai barat terus mengalami penurunan dan bisa kembali ke-zona hijau.

“Walaupun nanti kita sudah turun ke level dua atau satu, bahkan hijau, bisa saja nanti kembali ke-level tiga atau empat. Nah ini yang harus kita jaga, jangan sampai nanti kita sudah level dua, level satu, zona hijau, lalu kembali lagi. Itu yang harus kita jaga, dan menjaga itu bukan hanya tugas pemerintah, seluruh elemen masyarakat harus bergerak bersama-sama,”tegas FX Yapan.

“Karena pelayanan terhadap covid-19 ini namanya pelayanan terpadu, yang artinya, semua elemen masyarakat harus bersama-sama. Jadi tidak ada, oh pemerintah yang salah, oh ini DPRD yang salah, ini masyarakat yang salah, tidak ada. Jika salah, salah semua karena ini pelayanan terpadu, itu baru bisa,”tambahnya

Untuk itu, Bupati FX Yapan mengimbau kepada masyarakat agar mengurangi kegiatan yang berpotensi mengumpulkan kerumunan massa, mulai dari kegiatan adat, pernikahan, hingga kegiatan keagamaan dan kegiatan lainnya, sejalan dengan protokol kesehatan, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan menghindari kerumunan.

“Makanya saya bilang, disiplin masyarakat membuat acara ini, baik acara adat, pernikahan maupun keagamaan, atau acara apa saja, itu yang harus kita perhatikan, hati-hati dalam pelaksanaannya.

Jadi saya bukan melarang itu, tapi bagaimana bersama-sama menjaga, mengantisipasi Covid-19 ini. Jadi himbauan saya, tetap mematuhi protokol kesehatan yang ada,”Pungkasnya. 

(BorneoFlash.com/Lilis)

banner 700x135

No More Posts Available.

No more pages to load.