BorneoFlash.com, TANA PASER – Beberapa minggu terakhir berbagai bencana melanda beberapa wilayah yang ada di Indonesia utamanya daerah Kalimantan Selatan (Kalsel). Senin, (18/01/2021).
Banjir besar beberapa hari terakhir melanda Kalimantan Selatan, dimana banyaknya warga yang kehilangan tempat tinggalnya dan tentunya aktivitas masyarakat lumpuh.
Dari data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, korban meninggal akibat banjir di 10 kabupaten/Kota di Kalsel sebanyak 15 orang dan 39.549 warga mengungsi.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Paser Hendra Wahyudi, mengungkapkan turut prihatin dengan adanya kejadian tersebut.
“Sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan Provinsi Kalsel ini, tentunya kami dari DPRD Kab. Paser turut prihatin dan berduka cita atas musibah banjir yang dialami oleh saudara-saudara kita yang ada di Kalimantan Selatan,” ucapanya saat dikonfirmasi melalui telepon.
Hendra Wahyudi menambahkan, secara pribadi dari DPRD Paser sudah memberikan bantuan untuk korban bencana yang ada di Kalimantan Selatan melalui komunitas-komunitas di wilayah Paser.
“Kami kalau secara pribadi sudah memberikan bantuan melalui komunitas yang ada di Paser, kalau untuk bantuan yang memang langsung di handle dari DPRD Paser akan coba koordinasikan secepatnya,” jelasnya.
Sebagai wujud nyata rasa persaudaraan yang masih satu rumpun, Ia berharap, agar Pemerintah Daerah segera menyalurkan bantuan untuk daerah terdampak banjir di Kalimantan Selatan.
“Kami dari DPRD Paser mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh masyarakat maupun dari komunitas-komunitas yang dengan sigap mengambil langkah melakukan aksi-aksi sosial dalam membantu korban bencana yang ada di Kalimantan Selatan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Ketua DPRD Paser mengingatkan kepada masyarakat agar mengambil pembelajaran atas peristiwa bencana alam yang terjadi.
Dengan demikian, Ketua DPRD Paser menghimbau agar pihak Pemerintah Kabupaten dapat segera melakukan mitigasi bencana, sebagai upaya dalam mengantisipasi terjadinya bencana alam.
Menurutnya, dengan adanya mitigasi bencana, dapat meminimalisir dan memperkecil resiko yang ditimbulkan.
Program mitigasi bencana dapat dilakukan melalui pembangunan secara fisik maupun peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana.(*)