BorneoFlash.com, MOSKOW – Pemerintah Prancis mendesak Dewan Keamanan PBB segera menggelar rapat darurat setelah tiga personel Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) tewas di Lebanon selatan.
Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot meminta rapat darurat menyusul insiden serius yang melibatkan pasukan penjaga perdamaian PBB.
Barrot mengecam serangan tersebut, menyampaikan belasungkawa, dan mendesak penyelidikan untuk mengungkap kronologi kejadian.
Ia juga mengutuk serangan terhadap kontingen Prancis di Naqoura dan menilai tindakan itu sebagai pelanggaran keamanan serta intimidasi oleh tentara Israel. Pemerintah Prancis menyampaikan kecaman itu kepada duta besar Israel di Paris.
Sebelumnya, UNIFIL melaporkan satu personel asal Indonesia tewas pada Minggu malam (29/3/2026) setelah peluru menghantam pos mereka. Dua personel lainnya juga tewas dalam serangan terhadap kendaraan patroli di Bani Haiyyan dalam 24 jam terakhir.
UNIFIL merupakan misi penjaga perdamaian PBB di Lebanon selatan sejak 1978. Pada 2006, Dewan Keamanan PBB memperkuat mandatnya untuk memantau penghentian permusuhan. (*)





