Tiket Mudik Menipis, Bandara SAMS Sepinggan Prediksi Lonjakan Penumpang hingga 23 Ribu per Hari 

oleh -
Penulis: Niken Sulastri
Editor: Ardiansyah
Suasana Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan menjelang lebaran idulfitri 1447 hijriah. Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Suasana Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan menjelang lebaran idulfitri 1447 hijriah. Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
banner 300×250

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN – Antusiasme masyarakat untuk mudik Lebaran 2026 mulai terasa di sektor transportasi udara. 

 

Bandar Udara (Bandara) Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan memproyeksikan lonjakan signifikan jumlah penumpang, seiring meningkatnya permintaan tiket dalam beberapa hari terakhir.

 

Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026 dengan jumlah penumpang mencapai sekitar 19.000 orang per hari. Sementara itu, arus balik diprediksi lebih tinggi, yakni mencapai 23.000 penumpang per hari pada H+6 Lebaran atau 28 Maret 2026.

 

General Manager Bandara SAMS Sepinggan, R Iwan Winaya Mahdar, mengungkapkan lonjakan minat masyarakat sudah terlihat dari banyaknya tiket penerbangan yang habis terjual, terutama untuk rute-rute favorit menuju Pulau Jawa.

 

“Sebagian besar penerbangan sudah full booking. Kalau pun ada tiket tersedia, biasanya rute transit dengan waktu tempuh lebih lama,” ujarnya, pada Selasa (17/3/2026).

Suasana Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan menjelang lebaran idulfitri 1447 hijriah. Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Suasana Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan menjelang lebaran idulfitri 1447 hijriah. Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

Kondisi tersebut membuat calon penumpang harus memilih penerbangan dengan beberapa kali transit, yang berdampak pada durasi perjalanan lebih panjang dan harga tiket yang terlihat lebih mahal.

 

Iwan menjelaskan, harga tiket yang mencapai Rp4 juta hingga Rp7 juta bukan semata karena kenaikan tarif, melainkan karena rute penerbangan yang tidak langsung. “Banyak penerbangan harus transit di beberapa kota sebelum sampai ke tujuan,” katanya.

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

No More Posts Available.

No more pages to load.