BorneoFlash.com, KUKAR – Menjelang Idulfitri 1447 Hijriah, Kepolisian Resor (Polres) Kutai Kartanegara (Kukar) mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menimbun BBM maupun gas, menyusul kekhawatiran terhadap kondisi energi global.
Kabag Ops Polres Kukar, Kompol Roganda, mengatakan konflik internasional seperti perang Rusia-Ukraina dan ketegangan di Timur Tengah bisa berdampak pada distribusi dan harga bahan bakar di dalam negeri.
“Kami mengantisipasi efek dari berbagai faktor global. Serangan terhadap kilang minyak, perang, hingga fluktuasi harga internasional bisa berdampak pada ketersediaan BBM dan gas di Indonesia,” kata Roganda, pada Sabtu (14/3/2026). “Tapi masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak panik membeli atau menimbun.”
Untuk menjaga stabilitas, Polres Kukar menyiapkan Satuan Tugas (Satgas) Pangan yang akan memantau ketersediaan BBM, gas, dan bahan pokok di pasaran. Satgas juga memantau harga dan melaporkan kemungkinan lonjakan yang tidak wajar.
“Satgas Pangan akan terus memonitor kebutuhan penting masyarakat, seperti BBM dan gas. Jika terjadi kenaikan harga, kami akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengambil langkah agar harga tidak melonjak tinggi,” jelasnya.
Selain pemantauan, kepolisian juga siap menindak pihak-pihak yang mencoba menimbun atau memanipulasi distribusi barang untuk keuntungan pribadi. “Kami menyiapkan penegakan hukum bagi siapa saja yang mencoba berspekulasi dalam kondisi seperti ini,” tegas Roganda.
Ia menambahkan, masyarakat diharapkan mempercayakan pemantauan distribusi dan harga kepada aparat terkait dan tetap mengandalkan jalur distribusi resmi. Dengan langkah ini, Roganda berharap kebutuhan energi dan bahan pokok tetap stabil selama Lebaran.
“Semoga situasi global segera membaik sehingga stabilitas energi dan kebutuhan pokok di daerah tetap terjaga, khususnya di momen Lebaran,” tutupnya.






