BorneoFlash.com, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mulai menyiapkan langkah strategis, untuk mengamankan pendanaan proyek pengembangan kota melalui APBD Provinsi maupun APBN 2027.
Wakil Wali Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo, menyatakan keterbatasan fiskal daerah menjadi alasan utama perlunya dukungan pembiayaan dari pemerintah provinsi dan pusat.
“Kita ini ada keterbatasan fiskal. Mandatori spending untuk pendidikan dan kesehatan tetap harus dipenuhi. Untuk proyek infrastruktur dan pengembangan kota, kita berharap ada dukungan provinsi maupun APBN,” ujarnya, pada Rabu (4/3/2026).
Sebagai bentuk keseriusan, Wali Kota bersama Wakil Wali Kota telah meminta Bappeda Litbang menyiapkan Detail Engineering Design (DED) secara lengkap untuk sejumlah proyek prioritas.
Dengan dokumen perencanaan yang matang, Pemkot tinggal menyesuaikan sumber pembiayaan, apakah melalui APBD Kota, APBD Provinsi, atau APBN. “DED sudah kita siapkan. Jadi nanti tinggal menyesuaikan skema pendanaannya,” jelas Bagus.
Ia menambahkan, apabila pemerintah pusat memberikan ruang presentasi, tim teknis yang terdiri dari Bappeda Litbang, Dinas Pekerjaan Umum, BKAD, dan Sekretariat Daerah siap memaparkan proposal proyek tersebut. Targetnya, proyek bisa masuk dalam pembahasan Banggar APBN 2027.
Salah satu konsep yang disiapkan adalah revitalisasi pasar inpres kebun sayur yang memadukan arena bermain, sentra ekonomi kreatif, hingga pusat kuliner modern yang dikemas menyerupai pusat perbelanjaan terbuka (open mall concept).
Konsep ini tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga dirancang untuk mendorong pertumbuhan UMKM dan ekonomi kreatif lokal. “Kita ingin ada arena bermain, ekonomi kreatif, kuliner, jadi seperti mal terbuka yang bisa menjadi ruang publik sekaligus pusat ekonomi,” ungkapnya.
Bagus menegaskan, sebelum penyusunan DED dilakukan, Pemkot telah melakukan survei dan meminta masukan dari berbagai pihak, termasuk calon pelaku usaha yang akan menempati kawasan tersebut.
Ia mengingatkan agar pembangunan tidak justru mematikan usaha yang sudah berjalan. Untuk itu, aspek relokasi sementara dan keberlanjutan operasional menjadi perhatian khusus. “Jangan sampai dibangun, tapi mereka tidak punya tempat beroperasi. Itu harus kita pikirkan sejak awal,” tegasnya.
Pemkot Balikpapan berharap dukungan anggaran dari pemerintah pusat dapat terealisasi pada tahun anggaran 2027. Dengan kesiapan dokumen teknis dan perencanaan yang komprehensif, peluang untuk mendapatkan dukungan dinilai semakin terbuka.
“Kita doakan saja bisa masuk APBN 2027. Yang penting kita sudah siapkan perencanaannya dengan matang,” pungkas Bagus.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka menengah Pemkot Balikpapan untuk mempercepat pembangunan kota tanpa mengganggu keseimbangan fiskal daerah, sekaligus membuka ruang pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat. (*)






