BorneoFlash.com, SAMARINDA – Polresta Samarinda terus memburu dua orang yang telah ditetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO) terkait kasus pelemparan bom molotov di Gedung DPRD Kalimantan Timur.
Insiden itu sebelumnya sempat memicu keresahan masyarakat menjelang aksi unjuk rasa di kantor legislatif tersebut.
Peristiwa yang terjadi beberapa waktu lalu itu menimbulkan kekhawatiran publik karena berlangsung menjelang agenda demonstrasi.
Hingga kini, aparat kepolisian menegaskan bahwa proses hukum tetap berjalan dan upaya penangkapan terhadap para terduga pelaku tidak pernah dihentikan.
Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, menyampaikan bahwa tim operasional masih aktif melakukan pencarian terhadap dua DPO dimaksud. Ia menegaskan bahwa sejak identitas keduanya teridentifikasi, langkah penelusuran langsung dilakukan.
“Personel di lapangan hingga saat ini masih bekerja secara intensif untuk menemukan keberadaan kedua individu tersebut. Setelah identitas mereka diketahui, kami segera melakukan serangkaian pengecekan dan penelusuran,” ungkapnya, pada Jumat (27/2/2026).
Ia menjelaskan, strategi pencarian ditempuh melalui dua pendekatan, yakni penyelidikan langsung di lapangan serta pemanfaatan teknologi informasi. Kombinasi metode tersebut dilakukan guna mempersempit ruang gerak para buronan.






