BorneoFlash.com, SAMARINDA – Dinas Sosial(Dinsos) Kalimantan Timur (Kaltim) menyikapi penetapan pagu indikatif anggaran tahun 2027 sebesar Rp129 miliar dengan sikap optimistis, meski masih dibayangi kemungkinan efisiensi seperti yang terjadi pada tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Sosial Kaltim, Andi Muhammad Ishak, menyatakan bahwa pihaknya berharap alokasi tersebut tidak mengalami pengurangan agar seluruh program yang telah dirancang dapat terlaksana sesuai rencana.
“Pada tahun 2027, pagu indikatif yang diterima sebesar Rp129 miliar. Kami masih menunggu kepastian apakah akan terjadi efisiensi. Harapannya, tidak ada pengurangan sehingga program yang telah disusun dapat berjalan optimal,” ujarnya, pada Kamis (26/2/2026).
Ia mencontohkan pengalaman tahun sebelumnya, di mana anggaran yang semula lebih tinggi mengalami penyesuaian hingga tersisa Rp108 miliar.
Jika kondisi serupa kembali terjadi, Dinsos akan melakukan langkah koordinatif dengan DPRD Kaltim, terutama Komisi IV, melalui Badan Anggaran untuk memperjuangkan kebutuhan prioritas.
“Apabila terdapat penurunan anggaran, kami akan melakukan komunikasi intensif. Program yang bersifat mendesak akan kami dorong agar tetap menjadi prioritas sehingga target kinerja tidak terganggu,” tegasnya.
Di sisi lain, capaian pengentasan kemiskinan di Kalimantan Timur menunjukkan tren positif.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan menurun dari sekitar 6 persen pada 2023 menjadi 5,17 persen.
Meski demikian, capaian tersebut dinilai masih perlu ditingkatkan untuk memenuhi target nasional.
“Penurunan angka kemiskinan patut disyukuri, meskipun belum sepenuhnya sesuai dengan target yang diharapkan pemerintah pusat,” katanya.






