Tradisi Bubur Peca Tetap Lestari di Masjid Tertua Samarinda saat Ramadan

oleh -
Penulis: Nur Ainunnisa
Editor: Ardiansyah
Bubur peca menjadi sajian khas berbuka di Masjid Shirathal Mustaqiem, Samarinda Seberang. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Bubur peca menjadi sajian khas berbuka di Masjid Shirathal Mustaqiem, Samarinda Seberang. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
banner 300×250

BorneoFlash.com, SAMARINDA — Kehangatan Ramadan di tepian Sungai Mahakam tidak hanya tercermin dari aktivitas ibadah, tetapi juga dari kuatnya kebersamaan antarwarga. 

 

Suasana tersebut tampak jelas di Masjid Shirathal Mustaqiem, yang terus menjaga tradisi berbuka puasa bersama melalui sajian bubur peca.

 

Masjid bersejarah yang telah berdiri lebih dari satu abad ini rutin menjadi tempat berkumpulnya masyarakat menjelang waktu berbuka. 

 

Sejak sore hari, relawan mulai menyiapkan hidangan, sementara jamaah berdatangan untuk menanti momen berbuka yang sarat makna sosial.

 

Pengurus masjid, Ishak Ismail, mengungkapkan bahwa bubur peca telah lama menjadi bagian dari tradisi Ramadan masyarakat Samarinda Seberang dan tetap dilestarikan hingga kini. 

 

“Tradisi berbuka puasa dengan bubur peca telah berlangsung sejak lama dan menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat Samarinda Seberang,” ujarnya, pada Senin (23/2/2026).

 

Ia menambahkan, kegiatan berbuka puasa bersama dilaksanakan setiap hari sepanjang bulan Ramadan, mulai dari awal hingga akhir. Selain menyediakan hidangan, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial antarjamaah. 

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

No More Posts Available.

No more pages to load.