BorneoFlash.com, GAZA – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menegaskan kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza masih sangat kritis meski bantuan terus mengalir. Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) melaporkan PBB dan mitranya menyediakan roti harian bagi 43 persen penduduk Gaza, baik gratis maupun bersubsidi, serta menyalurkan tepung terigu kepada sekitar 1,2 juta orang sepanjang bulan ini.
OCHA dan mitranya menyalurkan bantuan tempat tinggal darurat kepada lebih dari 7.500 keluarga dan pakaian musim dingin kepada sekitar 1.400 anak.
Namun, cuaca ekstrem kembali merenggut nyawa seorang anak akibat hipotermia, sehingga total kematian anak terkait cuaca dingin mencapai 10 orang. OCHA menekankan perlunya solusi berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal lebih dari satu juta warga Gaza.
Selain itu, mitra kemanusiaan menjangkau lebih dari 2.300 keluarga melalui bantuan tunai, perlengkapan musim dingin, serta dukungan kesehatan mental.
OCHA juga memperingatkan situasi di Tepi Barat dengan menyoroti penggunaan kekuatan berlebihan oleh pasukan Israel yang meningkatkan korban tewas dan luka di kalangan pria serta anak laki-laki Palestina, serta menyerukan perlindungan warga sipil dan pembebasan tahanan yang ditahan secara sewenang-wenang. (*)





