LKPJ 2025: Kinerja Fiskal Samarinda Stabil, IPM Tertinggi di Kalimantan Timur

oleh -
Penulis: Nur Ainunnisa
Editor: Ardiansyah
Rapat Paripurna DPRD Samarinda dalam agenda penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Rapat Paripurna DPRD Samarinda dalam agenda penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa

BorneoFlash.com, SAMARINDA – Wali Kota Samarinda, Andi Harun, memaparkan capaian kinerja keuangan dan pembangunan daerah sepanjang 2025 yang dinilai cukup solid. 

 

Realisasi pendapatan daerah tercatat mendekati target, disertai peningkatan kualitas pembangunan manusia yang menempatkan Samarinda pada posisi teratas di Kalimantan Timur.

 

Pemaparan tersebut disampaikan dalam agenda penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 di hadapan DPRD Kota Samarinda, Pada Senin (30/3/2026). 

 

Dalam laporan itu, pemerintah kota menyoroti capaian fiskal sekaligus indikator sosial ekonomi yang menunjukkan tren positif.

 

Pendapatan daerah yang ditargetkan sebesar Rp5,51 triliun berhasil terealisasi Rp5,02 triliun atau setara 91,01 persen. Kontribusi terbesar berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang mencapai 94,62 persen, serta pendapatan transfer sebesar 89,97 persen.

 

“Realisasi ini mencerminkan bahwa kondisi fiskal daerah tetap stabil meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan,” ujar Andi Harun.

 

Dari sisi pengeluaran, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menganggarkan belanja sebesar Rp5,80 triliun dengan realisasi Rp5,22 triliun atau sekitar 90,10 persen. 

 

Anggaran tersebut digunakan untuk belanja operasi, belanja modal, hingga belanja tidak terduga.

 

Selain aspek keuangan, capaian pembangunan juga menunjukkan perkembangan yang signifikan. Tingkat kemiskinan berhasil ditekan dari 4,30 persen pada 2024 menjadi 3,45 persen di 2025. 

 

Penurunan ini dipengaruhi oleh berbagai program seperti perlindungan sosial, penguatan ekonomi masyarakat, serta peningkatan akses terhadap layanan dasar.

 

“Capaian ini merupakan hasil sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan,” jelasnya.

 

Indikator ketenagakerjaan turut mengalami perbaikan, dengan tingkat pengangguran yang turun dari 5,75 persen menjadi 5,31 persen. 

 

Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 83,11 menjadi 83,53, menjadikan Samarinda sebagai daerah dengan IPM tertinggi di Kalimantan Timur, bahkan melampaui rata-rata nasional.

Baca Juga :  Wali Kota Balikpapan Hadiri Pembukaan Puncak HAKORDIA 2022

 

“Hal ini menandakan bahwa kualitas pembangunan manusia di Samarinda terus mengalami kemajuan,” katanya.

 

Meski demikian, ia mengakui bahwa pertumbuhan ekonomi daerah tetap dipengaruhi dinamika global dan kebijakan nasional, termasuk kebijakan efisiensi anggaran. 

 

Beberapa sektor unggulan seperti konstruksi dan pertambangan mengalami perlambatan dibandingkan tahun sebelumnya.

 

“Kebijakan efisiensi anggaran memberikan dampak langsung terhadap laju pertumbuhan ekonomi daerah,” ungkapnya.

 

Di tengah berbagai tantangan tersebut, Pemerintah Kota Samarinda tetap mampu menjaga kinerja pemerintahan dengan mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ke-11 kalinya.

 

Menutup penyampaiannya, Andi Harun menegaskan komitmen pemerintah untuk terus melakukan pembenahan di berbagai sektor.

 

“Pemerintah akan terus melakukan evaluasi dan peningkatan kinerja agar pembangunan ke depan dapat berjalan lebih optimal,” tegasnya.

 

Dengan capaian ini, Pemkot Samarinda optimistis stabilitas pembangunan dapat terus terjaga dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat. (*/Adv Diskominfo Samarinda)

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

No More Posts Available.

No more pages to load.