BorneoFlash.com, BALIKPAPAN – Upaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kota Balikpapan terus menunjukkan hasil positif.
Selama lebih dari satu dekade, praktisi lingkungan dari Kelurahan Muara Rapak, Kecamatan Balikpapan Utara, Prayitno, konsisten menggerakkan warga untuk peduli terhadap sampah, bahkan mengubahnya menjadi sumber ekonomi dan energi alternatif.
Komitmen tersebut berbuah penghargaan pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-129 Kota Balikpapan. Penghargaan diberikan atas inovasi berkelanjutan dalam pengelolaan dan pemilahan sampah yang dinilai berdampak langsung bagi masyarakat.
“Selama lebih dari 10 tahun kami terus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kepedulian lingkungan. Ini bukan hanya soal hari ini, tapi masa depan generasi kita,” ujar Prayitno, pada Selasa (31/3/2026).
Sejak memulai gerakan pada 2012, ia bersama komunitasnya mendorong perubahan pola pikir warga dari membuang sampah menjadi mengelola sampah. Sampah dipilah sejak dari rumah, kemudian diolah sesuai jenisnya yakni organik dan Non organik.
Sampah organik diolah menjadi kompos dan bioponik, sementara sampah Non organik didaur ulang menjadi berbagai produk bernilai guna seperti pakaian, sepatu, hingga kerajinan.
Bahkan, inovasi lebih lanjut dilakukan dengan mengolah sampah plastik melalui proses pirolisis untuk menghasilkan bahan bakar alternatif seperti solar dan bensin.







